Pentingnya Era Revolusi Robotic (Industri 4.0) di Indonesia - Robotic Indonesia.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Thursday, March 28, 2019

Pentingnya Era Revolusi Robotic (Industri 4.0) di Indonesia

industri 4.0 - www.roboticindo.com

Robotic Indonesia - Kali ini saya membahas pentingnya Era revolusi Industri bagi Indonesia, Mengapa sangatlah penting bagi Indonesia, langsung lanjut aja ya. 

Jadi Pemerintah sudah mempersiapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan menjelang era revolusi industri ke-4. Internet of Things (IoT) jadi salah satu andalan peta jalan yang diinisiasikan oleh Kementerian Perindustrian.


Aspirasi besar dalam Making Indonesia 4.0 yaitu menjanjikan Indonesia masuk ke dalam jajaran 10 negara yang mempunyai perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Menurut Making Indonesia 4.0, terdapat lima sektor manufaktur yang akan diciptakan oleh para pelopor, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan baju, otomotif, kimia, dan elektronika.


Dalam mengimplementasikan peta jalan tersebut di manufaktur, karenanya akan amat berkaitan dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi dan komunikasi, di antaranya IoT, Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi.


"IoT akan menjadi salah satu backbone dari adopsi revolusi industri 4.0 di Indonesia," ungkap Founder IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga : Skill Yang Dibutuhkan Pada Era Industri 4.0 

Doni menuturkan semenjak dua tahun lalu, pihaknya sudah mendukung adanya peraturan dalam mengantisipasi "The Big Thing" di industri telekomunikasi. Gayung bahkan bersambut, Kementerian Kominfo dan Kementerian Perindustrian sudah menyiapkan sejumlah peraturan yang akan menciptakan IoT kian membesar di Tanah Air.


IoT mengacu pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, perlengkapan rumah tangga, dan barang-barang lainnya yang ditanami perangkat elektronik, perangkat lunak, sensor, aktuator, dan konektivitas yang memungkinkan untuk terhubung dengan jaringan internet ataupun mengumpulkan dan bertukar data.


Doni mengatakan informasi krusial dalam mengadopsi IoT nantinya itu menyangkut konektifitas, data security, interperobilitas, dan lainnya.



"Saya mengharapkan draft peraturan-peraturan menteri untuk spektrum frekuensi dan standarisasi perangkat IoT dapat diresmikan tahun ini, supaya para pelopor di industri ini ada kepastian hukum untuk dapat mengoptimalkan bisnisnya," ungkapnya.



Teguh Prasetya, Founder IoT Forum sendiri mengungkapkan IoT telah menjadi Internet of Everything dalam pelbagai bidang perekonomian di Indonesia. Dia pun memperkirakan pada 2025 nanti, sekitar 70% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan didukung oleh industry berbasis IoT.



"Market IoT Indonesia pada 2022 diperkirakan Rp 444 triliun, dan pada 2025 nanti menjadi Rp 1.620 triliun. Hingga ketika ini ada 250 perusahaan berekosistem IoT di Indonesia yang tumbuh dan berinvestasi disana. Kita ketinggalan di 2G hingga 4G, jangan hingga ketinggalan di IoT sebab pasarnya masih luas," kata Teguh.

Dukungan Pemerintah

Pada peluang yang sama, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail mengatakan pemerintah mengungkapkan siap menunjang para pelaku industri guna mewujudkan ekosistem IoT dengan payung peraturan yang kuat.

"Berkaitan regulasi, seharusnya ada wadah peraturan dalam pengembangan IoT ini. Apabila  Undang-Undang terlalu berat, karenanya perlu Peraturan Pemerintah untuk memayungi para pelaku industri yang berkeinginan bertransformasi ke 4.0. Kami di Kominfo mengungkapkan jika tak dapat menolong, maka dari itu jangan jadi pengganggu," sebut Ismail.

Baca Juga : Perkembangan AI di Indonesia

Pemerintah menurutnya akan mengambil inisiatif pengembangan ekosistem dan business contoh IoT di Indonesia. Sebab IoT itu, kata Ismail, tak cukup cuma connectivity tapi juga ekosistemnya, dan business modelnya.


"Sehingga dapat mewujudkan efisiensi dan revenue bagi lebih banyak pelaku industri yang ingin melaksanakan digitalisasi," tegasnya.


Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih Almanshoer menambahkan, perancangan Making Indonesia 4.0 sebagai program nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lepas dari inisiatif Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.


"Seandainya di Jerman Barat, inisiator 4.0 yakni pelaku industri. Sementara di Indonesia, pemerintah seharusnya berinisiatif demi meningkatkan kekuatan saing industri nasional. Sebagai inisiator, Kemenperin akan membuka delapan sentra pengembangan SDM yang berkaitan dengan digitalisasi industri ini di seluruh Indonesia, di mana salah satunya merupakan adanya pengajaran soal IoT," pungkas Rodjih.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad