Robotic Indonesia - Kontes Robot Indonesia 2019, Tiga Perguruan Tinggi di Regional 2 Bertarung di Tingkat Nasional - Robotic Indonesia.com

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, May 7, 2019

Robotic Indonesia - Kontes Robot Indonesia 2019, Tiga Perguruan Tinggi di Regional 2 Bertarung di Tingkat Nasional


https://www.roboticindo.com

roboticindo.com - Telkom University, Universitas Budi Luhur, dan Institut Teknologi Bandung akan beradu di arena Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat nasional sesudah berjaya di tingkat regional 2. Mereka akan beradu tanding dengan pemenang dari tiga regional lainnya.

KRI yakni rencana tahunan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-dikti). Kontes ini menjadi gelanggang kreativitas mahasiswa dalam rancang bangun dan rekayasa bidang robotika dengan desain dan fungsi yang sudah diatur oleh Asian Broadcasting Union Robot Contest (ABU ROBOCON), Trinity College Home Robo Contest, dan International Soccer Robocup.

Kawasan regional 2 terdiri dari empat provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Kalimantan Barat. Sebanyak 63 regu dari 31 perguruan tinggi di kawasan regional 2 sudah turut serta dalam persaingan ini. Regional lainnya yaitu Regional 1 (Sumatera), Regional 3 (Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan), dan Regional 4 (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Malulu, dan Papua).

Pada kontes tingkat regional 2, terdapat empat divisi robot yang dilombakan, yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Jenis Berkaki, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda. Kontes ini sudah digelar di Gedung Serba Guna Bale Dayang Sumbi Kampus Itenas, Kota Bandung, semenjak Kamis, 2 Mei 2019, sampai Sabtu, 4 Mei 2019.

Para juara KRI 2019 regional 2
Menurut keputusan regu juri, pemenang 1 divisi KRAI adalah Regu Robics dari Telkom University. Disusul oleh Regu Robucom dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka sebagai pemenangke- 2 dan pemenang ke-3 Regu El Forza 19 dari Politeknik Negeri Jakarta. Regu Robics juga memperoleh gelar sebagai Desain Terbaik, sementara Regu Blue Deep dari Universitas Budi Luhur memperoleh gelar Strategi Terbaik.

Pada divisi KRPAI Berkaki, pemenang 1 diraih oleh Regu Elektro Squad dari Universitas Budi Luhur. Pemenang 2 diraih oleh Regu Kiro-Afna dari Politeknik Manufaktur Bandung.

Pemenang 1 divisi KRSBI Beroda diraih oleh Regu Dagozilla dari ITB. Pemenang 2 diraih oleh Regu Rostu dari Telkom University, disusul oleh Regu Elektro Squad dari Universitas Budi Luhur. Sementara, Desain Terbaik dimenangkan oleh Regu Rostu dan Regu Dagozilla menyabet gelar Strategi Terbaik.

ITB sekali lagi menjadi juara 1 pada divisi KRSTI, kali ini oleh Regu Dago Concordia. Sementara, Regu Ya Salam 19 dari Politeknik Negeri Jakarta mendapatkan gelar Artistik Terbaik.

https://www.roboticindo.com


SEJUMLAH peserta ketika berlomba  pada arena Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 di Kampus Itenas, Jalan PHH Musthopa, Kota Bandung, Sabtu, 4 Mei 2019. Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut ditiru sebanyak 63 regu yang merupakan perwakilan dari 31 perguruan tinggi.*ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itenas yang juga Ketua Panitia KRI 2019 Regional 2, Meilinda Nurbanasari, mengatakan, regu juara dan regu terbaik di tingkat regional akan ikut serta KRI 2019 tingkat nasional. Aktivitas|Kesibukan itu akan diselenggarakan pada 19-23 Juni 2019 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

Juara pertama KRAI tingkat nasional akan mewakili Indonesia di ABU Robocon 2019 di Ulaanbaatar, Mongolia. Walaupun, pemenang pertama KRPAI nasional akan mewakili Indonesia di Trinity College International Robot Contest di Trinity College Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Sementara, pemenang pertama KRSBI bervariasi humanoid nasional akan mewakili Indonesia di internasional Robocup.

Memaksimalkan ilmu robotika dan media pelajaran berbasis proyek
Direktur Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek-dikti, Didin Wahidin, mengatakan, KRI adalah rencana tahunan yang tujuannya bukan semata-mata untuk mengoptimalkan ilmu robotika. Kontes ini juga sebagai media pelajaran berbasis proyek.

"Mereka mulai berlajar dari membikin proposal, membikin robot, mengadu robot, dan menilai robotnya. Kecuali memacu ilmu robotika, mereka juga memacu kerja sama regu, sopan santun menghargai lainnya, perjuangan, tak cuma robotnya," katanya.

Sementara, Rektor Itenas, Imam Aschuri, mengatakan, kompetisi di regional 2 ini tergolong sengit. Persaingan itu juga tak membedakan antara perguruan tinggi negeri dan swasta sehingga membangun atmosfer yang benar-benar baik.

Imam menambahkan, ajang ini penting untuk berbagi pengetahuan dan berjejaring. "Menang dan kalah itu telah biasa. Bagaimana mereka menjalankan yang terbaik, itu yang seharusnya kita bangun. Kalau terbaik pasti berguna untuk bangsa dan negara," katanya.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad